
Lima Keistimewaan yang Diberikan Kepada Nabi Muhammad SAW
Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul yang terakhir dan tidak ada lagi Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad saw. dengan demikian kalau ada orang

Nabi Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul yang terakhir dan tidak ada lagi Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad saw. dengan demikian kalau ada orang

Melalui dakwah yang dilakukan oleh para ulama dan para aktivis untuk memperjuangkan agama ini, maka dengan izin Allah, umat akan berhasil menggapai kejayaan, keagungan, dan

Allah Swt tidak mungkin salah dalam memberi rezeki kepada hamba-Nya. Besar atau kecil, rezeki yang diberikan Allah wajib kita syukuri.Tidak harus berupa materi, hal-hal sederhana

Tubuh manusia memiliki waktu untuk beraktivitas. Seluruh anggota tubuh baik luar maupun dalam akan bekerja secara optimal untuk mendukung aktivitas seseorang. Tetapi tubuh tidak bisa

Dalam syariat Islam, pergaulan antara laki-laki dan perempuan telah diatur, Mulai dari berpakaian, bermuamalah, sampai interaksi lawan jenis. Semuannya sudah ada aturannya. Allah ﷻ berfirman

Sejauh ini kaki kita melangkah di atas bumi yang terhampar. Mengarungi samudra kehidupan yang penuh dengan halangan dan rintangan dalam kebahagiaan semu. Seiring perputaran waktu,

Allah SWT Berfirman: “Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barangsiapa

”Makanlah di antara rezeki yang baik yang telah Kami berikan kepadamu, dan janganlah melampaui batas, yang menyebabkan kemurkaan-Ku menimpamu. Dan barang siapa yang ditimpa kemurkaan-Ku,

Puasa adalah amalan yang sangat utama. Dengan puasa seseorang akan terlepas dari berbagai godaan syahwat di dunia dan terlepas dari siksa neraka di akhirat. Puasa

Sepertiga malam terakhir merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa Allah SWT akan mengabulkan apapun yang dipanjatkan

Dalam riwayat at-Tirmidzi disebutkan, وَرَجُلٌ كَانَ قَلْبُهُ مُعَلَّقًا بِالْـمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُوْدَ إِلَيْهِ … Seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid, apabila ia

MAHA Suci Allah yang menggantikan malam dengan siang. Dan, sore pun menjelang menyongsong malam. Hari berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan-bulan pun membentuk tahun. Tanpa terasa,