Categories
Artikel

Waktu Tidur Yang Dilarang Rasulullah

Tubuh manusia memiliki waktu untuk beraktivitas. Seluruh anggota tubuh baik luar maupun dalam akan bekerja secara optimal untuk mendukung aktivitas seseorang. Tetapi tubuh tidak bisa bekerja sehari penuh. Tubuh juga memerlukan istirahat dari segala aktivitas, cara yang dilakukan yaitu dengan tidur.

Sejumlah pakar kesehatan telah menyatakan waktu tidur yang optimal yaitu 8 jam sehari, dalam waktu tersebut tidur dapat memberikan dampak positif terhadap tubuh. Demikian juga dalam ajaran islam , tidur sangat penting untuk menjaga tubuh tetap kondusif sehingga ibadah tidak terganggu.

Berikut ini adalah 5 waktu yang hendaknya dihindari menurut Rasulullah SAW:
1. Tidur di waktu pagi setelah shalat shubuh
Rasulullah SAW bersabda: “Ya Allah, berkahilah bagi umatku pada pagi harinya”. (HR. Abu Dawud).
Waktu pagi adalah waktu yang penuh dengan keberkahan dimana orang-orang berbondong-bondong berpergian untuk beraktivitas memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Oleh karenanya, dilarang untuk tidur di pagi hari.
Adapun secara medis dapat mengakibatkan obesitas, pusing kepala, lesu seharian, meningkatkan resiko diabetes, depresi, meningkatkan resiko terkena jantung, dan lain sebagainya.

2. Tidur setelah shalat ashar menjelang maghrib
Jika tidur di sore hari tepatnya usai waktu ashar hingga menjelang maghrib, biasanya akan membuat kita pusing, badan sakit, sehingga seperti orang yang linglung. Tidak itu saja, tidur di sore hari dapat membuat jiwa atau pikiran terganggu sehingga berakibat buruk.

3. Tidur sebelum shalat isya
Rasulullah SAW bersabda: “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnyatidur setelah shalat isya dan mengobrol setelahnya”.
(HR. Tirmidzi). Alasan larangan tersebut tak lain adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat isya’.

4. Tidur setelah selesai makan
Tidur setelah makan akan mengakibatkan proses pencernaan tidak berjalan dengan lancar. Karenanya tidursetelah makan dapat membahayakan kesehatan tubuh.

5. Tidur sepanjang hari
Tidur sepanjang hari disini maksudnya yaitu tidur yang dilakukan secara terus-menerus tanpa mengingat waktu.
Banyak tidur menurut Islam adalah makruh hukumnya. Karena, banyak tidur dapat membuat hati mati, menimbulkan penyakit malas, dan gangguan kesehatan tubuh.

Oleh karena itu kita harus berhati-hati mengatur pola istirahat atau tidur, jangan terlalu lama dan jangan terlalu sebentar juga agar terasa manfaatnya saat istirahat atau setelah istirahat.